• baground baru

Selamat Datang di Website SMPN 4 PURWAKARTA | Terima Kasih Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMPN 4 PURWAKARTA

NPSN : 20217382

Jl. Jend. A Yani No. 41 Purwakarta


smp.4.pwk@gmail.com

TLP : 0264200343


          

Banner

Jajak Pendapat

Bermanfaatkah Website sekolah bagi anda
Ragu-ragu
Tidak
Ya
  Lihat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat

Statistik


Total Hits : 459613
Pengunjung : 102708
Hari ini : 20
Hits hari ini : 50
Member Online : 418
IP : 3.235.223.5
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

  • Rivaldi Rizki Saputra (Siswa)
    2020-04-20 08:17:46

    Kelulusan
  • Noval Perdiyansyah (Siswa)
    2020-04-03 14:20:33

    Ini gimana susah cara nya woey
  • Haanii Jaziilah (Siswa)
    2020-04-03 09:00:05

    Halo gays aku baru masuk nich
  • Fajar Fadhilah Nurochman (Siswa)
    2020-04-03 08:37:17

    17187073
  • Tiara Rahma Aulia (Siswa)
    2020-04-03 08:06:13

    Heyyyy
  • Tiara Rahma Aulia (Siswa)
    2020-04-03 08:01:07

    Rindu ga?
  • Tiara Rahma Aulia (Siswa)
    2020-04-03 07:43:39

    Hayyy
  • Muhammad Hafidz Zainuddin (Siswa)
    2020-03-29 19:33:33

    Dimarahin Bu Yati Apriyati memanglah epic, tapi pernah ga sih, dimarahin Bu Yuli Mulatsih?
  • Muhammad Hafidz Zainuddin (Siswa)
    2020-03-29 19:25:26

    Saya sedang memikirkan bagaimana cara saya menyelesaikan tugas matematika yang berjumlah 80 soal ini hehehe
  • Arie Dwi Nugraha (Siswa)
    2020-03-28 22:08:20

    Menunggu itu waktu yg melelahkan

BALI KUINGIN KEMBALI




BALI KUINGIN KEMBALI

 

Fabiayyi Aala Irobbikumaa Tukadzibaan

Maka nikmatKu yang manakah yang kau dustai

 

Maha besar Allah yang memberikan berbagai kenikmatan untuk kita semua walau tugas belajar sudah berlalu tapi bahagia dan kesannya masih terasa. Buat setiap orang travelling atau bepergian ke suatu tempat itu adalah bagian dari tujuan hidup, hobby ataupun cita-cita yang sangat diimpikan. Begitu juga dengan kami yang mendapatkan kesempatan untuk belajar ke Pulau Dewata beserta 22 sahabat lain yang disupport Dinas Pendidikan  Purwakarta. So much thanks buat Bapak Kepala Dinas Pendidikan n Crew yang sudah memfasilitasi kami belajar selama 3 hari disana, sesaat namun sarat makna dan berkesan

 

            Tidak mudah buat kami untuk menginjakkan kaki di Pulau Dewata bersama sahabat seperjuangan yg masing-masing mempunyai harapan untuk bisa meng-upgrade diri menjadi guru yang lebih berkualitas lewat program Peningkatan Kapasitas ini. Ramadhan 2017 nama kami tercantum dalam list kelulusan peserta Training Profesional Development Program yang diikuti oleh berbagai macam disiplin ilmu para guru dengan jenjang yang berbeda se-Kabupaten Purwakarta. TPDP menjadi challenge bergengsi buat para guru saat itu dengan beberapa rentetan test dan uji kompetensi yang butuh perjuangan extra, bisa dibilang bergengsi karena akan dikirim short course selama 3 minggu di Negeri Kangguru. Denger Australia buat kami bikin kepo untuk menunggu jadwal keberangkatan 3 bulan setelah diumumkan kelulusan. Bersyukur dan hati senang punya kelas baru dengan sahabat-sahabat baru yang sama-sama saling support untuk belajar bersama. Bagiku dinyatakan lulus saja sudah alhamdulillah bersyukur, uyuhan saya hanya guru PAI yang tidak banyak practice cas cis cus berbahasa inggris yang saat itu jadi mata uji kompetensi dan modal utama untuk berkomunikasi diluar negeri. Kalaupun bisa terbang ke Negeri Kangguru untuk belajar, kufikir itu bonus yang penting saya sudah bisa mengukur kemampuan lewat program ini.

            Takdir Allah selalu indah, kami syukuri itu walau terkadang menyelinap rasa kesal dan gemes karena kami batal berangkat terkendala perizinan sementara dana beasiswa yang jumlahnya cukup buat beli minibus 6 seat sudah mengendap di rekening kami selama 4 bulan. Selalu ada hikmah dan kebaikan dibalik taqdir yang Allah beri karena sayang dan cintanya pada kami semua.

2 tahun digantung dalam masa penantian, Allah berkahi kami semua dengan berbagai anugerahnya. Ada teman yang diangkat menjadi kepala sekolah, yang pergi beribadah Umroh, ada juga yang melanjutkan study dan menyelesaikan tugas pasca-nya, termasuk ada teman kami yang program hamil hingga melahirkan.

            November 2019 sekira pertengahan bulan kami semua dihubungi pihak Dinas Pendidikan untuk bersiap ke Bali sebagai konvensasi short course ke Autralia, kami kembali bersyukur bukan karena bisa terbang pergi namun kebahagiaan kebersamaan dengan semua peserta. Kebahagiaan itu tidak harus mengisi banyak halaman-halaman passport dengan destinasi yang jauh dan keren, walau masih domestic area kebahagiaannya bisa melebihi kita pergi ke benua manapun hanya karena alasan ‘kebersamaan’

 

                Lion Air menerbangkan kami semua dini hari hingga landed cantik di bandara Ngurah Rai. Akhirnya kubisa melihat matahari di belahan dunia lain, hehe……dunia bali. Bis Travel membawa kami ke daerah Pegunungan Batur di Kintamani membuatku takjub dengan Ciptaan Allah yang Maha Luar Biasa. Indah, cantik, asri dan membuat mata sehat. Mashaalah berasa di gunung Pujiyama deh ( hehe…..kayak udah pernah aza kesana, ups). Kintamani buatku seperti bukan di Indonesia, bukan juga kurasa di Bali. Anggap saja di Jerman yg banyak orang Turki dan orang-orang dari berbagai negara berkumpul. Seperti halnya Perancis yang penuh dengan orang aljazair, orang timur tengah dan negara lainnya. Yaa……bolehlah seperti di Australia juga yang multiculture (padahal gamau sebut Australia lagi, selalu kasuat saat kusebut namanya, hehe…..)

 

            Bali, selain kaya pariwisata dengan kekayaan alamnya, laut pantai maupun gunung, adalah kawasan yang taat, disiplin, rapih dan bersih juga indah. Saat mampir di minimarket, pelayan kasir mempersilahkan kami untuk membawa belanjaan by hand karena tidak disediakan kantong plastik, ini berlaku dimanapun di setiap toko dan penjual barang. Kami hanya ditawarkan dus dan tas kain yang sebelumnya harus dibeli dulu. Terbukti disana tidak ada banyak sampah plastik yang terlihat.

 

Kekaguman ini yang harus dicontoh dan ditiru (kita ganti namanya jadi program study tiru deh bukan study banding yaa) Kepedulian lingkungan harus merata di semua unsur tidak hanya di sebagian pihak saja. Diet sampah plastik sampai dibuatkan Perda hingga semua pihak mulai dari pemangku kebijakan hingga masyarakat wajib melaksanakan Perda tanpa terkecuali.

 

            Berlanjut ke Desa Penglipuran yang konon desa terbersih sedunia membuat kami tidak bisa berkedip untuk menikmati jengkal demi jengkal di semua area. Indah dan nikmat memang kalau hanya menikmati tanpa kita tau beratnya memelihara, menjaga, membersihkan dan merapihkan terlebih menunbuhkan mental dalam diri untuk memiliki prinsip dan memegangnya dengan istiqomah untuk selalu menjaga kebersihan atas dasar cinta. Desa Penglipuran pun termasuk desa kreatif yang disana banyak dijumpai hasil buah tangan dan karya seni khas Bali yang bagus dan berkualitas namun masih bisa didapat dengan harga yang terjangkau.

 

            Titik utama tempat belajar kita adalah di Green School, sekolah bernuansa alam, outdoor, adventure class yang semua system pembelajarannya kembali kepada alam tanpa limbah plastic. Siswa Green School mayoritas anak-anak pendatang dari berbagai negara yang biaya pendiddikan perbulannya sekira Rp 18 juta. Kelas tempat belajar dan ruangan-ruangan lainnya terbuat dari bamboo yang dususun rapih dan cantik, penuh dengan pepohonan, beberapa hewan peliharaan dan venue-venue menarik yang mendukung proses pembelajaran. Sungguh sekolah hebat yang semua warganya memiliki komitmen kuat untuk mencintai alam dengan berbasis kearifan lokal. Komitmen semua warga belajar tidak hanya tanpa menggunakan sampah plastik saja, namun penuh dengan ide mencipta, mendaur ulang dan memanfaatkan kembali sampah plastik menjadi barang yang bisa dimanfaatkan. Komitmen diet plastic bisa membantu bumi ini untuk terus sehat tanpa ada ancaman dari lingkungan yang membahayakan umat manusia

 

            Iconic Bali yang banyak mengandung history membuat tak habis-habisnya terkagum untuk terus mengucap syukur kepada Allah dengan semua ciptaannya yang indah yang diperuntukkan bagi umatnya. Bali mengajarkan semua hal yang positif dalam hidup mulai dari mental, pola fikir, inisiatif, belajar berkomitmen, teguh pendirian dan yang penting adalah mencintai alam sebagai bukti cinta-Nya pada manusia

 

Ingin ke(m)Bali karena berkesan adalah password kami semua setelah merefleksi penjelajahan selama disana. Terimakasih Bali yang selalu mengajarkan kami untuk menyimpan Sang Maha Kuasa yaitu Allah dalam jiwa sanubari kami. Darinya cinta tumbuh dan direflesikan dengan hal dan perbuatan positif yang bermanfaat untuk umat. Seperti yang kubilang pada Bli Dewa Muliada saat pamit pulang di pintu keberangkatan Ngurah Rai, “I’ll be back someday”. Semoga Allah catatkan ucapanku itu menjadi doa dan kekuatanku untuk Allah sempatkan lagi pergi kesana. Terimakasih Bli Dewa sudah menemani kami selama disana dr datang sampai pulang lagi.

 

            Semoga sahabat-sahabat yang membaca tulisan ini terus semangat untuk belajar di manapun, kapanpun dan tentang apapun. Iqro ! itulah perintah Allah untuk kita. Guru Pembelajar tidak berhenti belajar selama ada nafas yang Allah beri. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk menumbuhkan Ghirroh belajar dan Ruhhul Mudarris kita sebagai seorang guru. Sejuta doa dan salam semangat untuk para mujahid mujahidah yg terus mencerdaskan anak bangsa meneruskan tugas kerosulan semoga Allah meridhoi profesi kita dan menjadi lahan amal di akhirat kelak

 

            Jazakumullah ahsanal jazaa dari saya, Maya Herawaty yang saat ini bertugas mengajar PAI di SMPN 4 Purwakarta, lahir 20 Maret 1979 di Paris Van Java. Ibu dari 3 anak Zahra, Zalva dan Omar yang memiliki kegemaran berpetualang dan memasak.

 

Wassalam




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas